Semester empat ini, aku kebagian tugas buat MAKALAH atau KARYA TULIS ILMIAH Bahasa Indonesia bertema tentang ekonomi nih.
Kali ini aku akan ngebahas tentang melemahnya nilai tukar rupiah Indonesia terhadap dolar Amerika Serikat yang lagi booming itu loo guys :-D
Kalo aja kalian sedang buat juga dan lagi butuh referensi, disini tempatnya. Check this out, guys !!
MAKALAH BAHASA INDONESIA
DAMPAK LEMAHNYA NILAI
TUKAR RUPIAH TERHADAP DOLAR AS BAGI PEREKONOMIAN INDONESIA
Nama :
Ida Putri Apriliani
NIM : 201322232
Grup :
A21
AKADEMI AKUNTANSI
YAYASAN KELUARGA PAHLAWAN NEGARA YOGYAKARTA
2015
PERNYATAAN
Yang bertanda tangan di bawah ini, saya:
Nama : Ida Putri Apriliani
NIM : 201322232
Jurusan/Program Studi :
D3
Akuntansi
Perguruan Tinggi : Akademi Akuntansi
YKPN Yogyakarta
menyatakan bahwa karya ilmiah ini adalah hasil pekerjaan
saya sendiri. Sepanjang pengetahuan saya, karya ilmiah ini tidak berisi materi
yang ditulis orang lain, kecuali bagian-bagian tertentu yang saya ambil sebagai
acuan dengan mengikuti tata cara dan etika penulisan karya ilmiah yang lain.
Apabila terbukti bahwa
pernyataan ini tidak benar, hal itu sepenuhnya menjadi tanggung jawab saya dan
saya siap menerima sanksi.
Yogyakarta, 8 Mei 2015
Penulis,
(
Ida Putri Apriliani )
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR
BELAKANG
Uang merupakan alat yang sah sebagai
pembayaran dalam melakukan transaksi jual beli dan setiap negara pasti memiliki
mata uang sendiri yang nilainya tidak sama antara mata uang satu negara dengan
negara yang lain. Untuk itulah adanya kurs tukar atau nilai tukar yang
disepakati antar dua negara yang tukar- menukar mata uang masing- masing negara
tersebut. Saat ini, Indonesia sedang diguncang oleh terus
melemahnya kurs rupiah Indonesia terhadap dolar Amerika Serikat. Kurs tukar
rupiah yang terus melemah terhadap dolar sangat berdampak pada perekonomian Indonesia,
baik itu berdampak positif maupun berdampak negatif. Dolar Amerika Serikat yang
merupakan patokan mata uang di seluruh dunia walaupun kenyataannya masih
terdapat mata uang yang lebih kuat daripada dolar Amerika Serikat yaitu mata uang
Euro ( EUR ) yang digunakan hampir
disebagian besar negara- negara di eropa dan Poundsterling ( GBP ) yang
merupakan mata uang negara Ratu Elizabeth, Inggris. Namun tetap saja, dolar
Amerika Serikat menjadi patokan utama mata uang dunia dan patokan utama
pertukaran uang di dunia. Keadaan rupiah yang terus melemah sejak akhir 2014
ini yaitu Rp 12.396,00 per US$ 1 ( diambil per 31 Desember 2014 ). Bank
Indonesia merilis kurs tukar rupiah terhadap dolar per akhir Agustus 2014 sudah
melemah sebesar Rp 11.715 per US$ 1. Pada akhir September 2014 kurs nilai tukar
rupiah terhadap dolar melemah sebesar Rp 12.228,00 dan per Oktober 2014 menguat
mencapai Rp 12.201,00 per US$ 1. Pada dua bulan sebelum tahun 2014 berakhir,
rupiah ditutup menguat lagi diposisi Rp 12.190,00 per November 2014 dan pada
akhir Desember 2014 rupiah melemah di posisi Rp 12.396,00. Banyak para ahli
ekonomi Indonesia yang memprediksikan bahwa pada awal tahun 2015 rupiah akan
terus melemah. Bank Indonesia kembali merilis kurs nilai tukar rupiah terhadap
dolar pada akhir bulan Januari 2015 ditutup melemah yaitu Rp 12.644,00. Bahkan
pada bulan Februari 2015 kurs niali tukar rupiah terhadap dolar hampir mencapai
titik Rp 13.000,00 per US$1 yaitu Rp 12.931,00. Benar saja per 31 Maret 2015
rupiah kembali ditutup melemah sebesar Rp 13.084,00 , hal ini terlihat sungguh
miris karena Indonesia saat ini sedang gencar menguatkan keadaan ekonomi dan
hasilnya malah berbanding terbalik mata uangnya, rupiah Indonesia malah
terseok- seok dan bertekuk lutut terhadap dolar Amerika Serikat. Kurs tukar
rupiah terhadap dolar per 30 April 2015 tampak menguat lagi sebesar Rp
12.950,00 per US$ 1 dan per tanggal 7 Mei 2015 rupiah ditutup anjlok sebesar Rp
13.148,00. Angka yang sangat fantastis mengingat pergolakan ekonomi di
Indonesia yang terus berkembang. Banyak masyarakat Indonesia yang mengharapkan
nilai tukar rupiah terhadap dolar kembali stabil di posisi Rp 10.000,00 sekian
atau bahkan mencapai Rp 9.000,00 sekian seperti pada tahun 2012 yang lalu.
Sehingga harga bahan- bahan kebutuhan pokok masyarakat Indonesia tidak naik
secara drastis. Sifat pasar yang gemar menaikkan harga- harga ketika dolar naik
dan tidak pernah menurunkan harga- harga ketika dolar turun membuat sebagian
masyarakat Indonesia merasa kehidupannya terancam. Hal ini dikarenakan ketika
harga- harga kebutuhan naik tidak diimbangi pula dengan naikknya pendapatan.
B. RUMUSAN
MASALAH
1. Apa saja faktor- faktor yang mempengaruhi
melemahnya nilai tukar rupiah Indonesia terhadap dolar Amerika Serikat?
2.
Apa saja dampak positif melemahnya nilai
tukar rupiah Indonesia terhadap dolar Amerika Serikat bagi perekonomian
Indonesia?
3.
Apa saja dampak negatif melemahnya nilai
tukar rupiah Indonesia terhadap dolar Amerika Serikat bagi perekonomian
Indonesia?
4.
Bagaimana upaya pemerintah dalam
mengendalikan melemahnya laju nilai tukar rupiah Indonesia terhadap dolar
Amerika Serikat?
C. TUJUAN
1. Mengetahui faktor- faktor yang mempengaruhi
melemahnya nilai tukar rupiah Indonesia terhadap dolar Amerika Serikat.
2. Mengetahui dampak positif melemahnya nilai
tukar rupiah Indonesia terhadap dolar Amerika Serikat bagi perekonomian
Indonesia.
3. Mengetahui dampak negatif melemahnya nilai
tukar rupiah Indonesia terhadap dolar Amerika Serikat bagi perekonomian
Indonesia.
4.
Mengetahui upaya pemerintah dalam
mengendalikan melemahnya laju nilai tukar rupiah Indonesia terhadap dolar
Amerika Serikat.
BAB II
PEMBAHASAN
1. Dalam
perdagangan internasional, kurs mata uang dapat diartikan sebagai perbandingan
nilai antar mata uang di setiap negara dengan negara lain. Dikutip di
wikipidia.com dengan sedikit perubahan nilai tukar atau nilai kurs merupakan
sebuah perjanjian yang dikenal sebagai nilai tukar mata uang terhadap
pembayaran saat kini atau di kemudian hari, antara dua mata uang masing- masing
negara. Setiap negara selalu menginginkan nilai mata uangnya stabil terhadap
mata uang di negara lain namun untuk mencapai hal tersebut tidaklah mudah.
Menguat atau melemahnya nilai tukar mata uang tidak hanya
ditentukan oleh kondisi dan kebijakan ekonomi dalam negeri akan tetapi juga
dipengaruhi oleh kondisi perekonomian negara lain yang menjadi mitra dalam
perdagangan internasionalnya serta kondisi non- ekonomi seperti keamanan dan
kondisi politik.
Berikut merupakan faktor- faktor yang mempengaruhi
melemahnya nilai tukar rupiah Indonesia terhadap dolar Amerika Serikat, baik itu
faktor di dalam negeri maupun faktor di luar negeri disadur dalam berbagai
sumber bacaan seperti buku, jurnal, artikel, dan halaman web di internet.
a.
Faktor dalam negeri mempengaruhi melemahnya
nilai tukar rupiah terhadap dolar:
-
Perekonomian Indonesia yang kurang mapan
Rupiah termasuk soft currency, yaitu mata
uang yang mudah terdepresiasi ( depresiasi; melemahnya nilai mata uang suatu
negara terhadap negara lain yang ditentukan oleh mekanisme pasar ) karena
perekonomian negara asalnya relatif kurang mapan. Mata uang negara-negara
berkembang umumnya adalah mata uang tipe ini, sedangkan mata uang negara maju
seperti Amerika Serikat disebut hard
currency, karena kemampuannya untuk mempengaruhi nilai mata uang
yang lebih lemah. Selain itu, sebagai salah satu negara berkembang, Indonesia
berbagi sentimen dengan negara berkembang lainnya. Artinya, ketika sentimen
terhadap negara- negara berkembang secara umum baik, maka nilai rupiah akan
cenderung menguat. Sebaliknya, ketika di negara-negara berkembang yang lain
banyak kerusuhan, bencana, dan lain sebagainya, maka nilai Rupiah akan melemah. Muttaqiena, A. “Faktor- faktor yang
menyebabkan rupiah melemah”. Diunduh pada tanggal 8 Mei 2015 pukul 15:20 WIB
dari http://www.seputarforex.com/artikel/rupiah/lihat.php?id=157900&title=faktorfaktor_yang_menyebabkan_rupiah_melemah.
- Pelarian
modal kembali ke luar negeri (Capital Flight)
Modal yang beredar di Indonesia, terutama di pasar finansial, sebagian besar adalah modal asing. Ini membuat nilai rupiah sedikit banyak tergantung pada kepercayaan investor asing terhadap prospek bisnis di Indonesia. Semakin baik iklim bisnis Indonesia maka akan semakin banyak investasi asing di Indonesia dan dengan demikian Rupiah akan semakin menguat. Sebaliknya, semakin negatif pandangan investor terhadap Indonesia, Rupiah akan kian melemah.
Mari ambil contoh pemotongan stimulus yang dilakukan oleh Bank Sentral Amerika Serikat, The Fed, baru-baru ini. Kebijakan uang ketat (tight money policy) tersebut membuat investor memindahkan investasinya dari Indonesia kembali ke Barat sehingga kemudian diikuti oleh pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar. Muttaqiena, A. “Faktor- faktor yang menyebabklan rupiah melemah”. Diunduh pada tanggal 8 Mei 2015 pukul 15:20 WIB dari http://www.seputarforex.com/artikel/rupiah/lihat.php?id=157900&title=faktorfaktor_yang_menyebabkan_rupiah_melemah.
Modal yang beredar di Indonesia, terutama di pasar finansial, sebagian besar adalah modal asing. Ini membuat nilai rupiah sedikit banyak tergantung pada kepercayaan investor asing terhadap prospek bisnis di Indonesia. Semakin baik iklim bisnis Indonesia maka akan semakin banyak investasi asing di Indonesia dan dengan demikian Rupiah akan semakin menguat. Sebaliknya, semakin negatif pandangan investor terhadap Indonesia, Rupiah akan kian melemah.
Mari ambil contoh pemotongan stimulus yang dilakukan oleh Bank Sentral Amerika Serikat, The Fed, baru-baru ini. Kebijakan uang ketat (tight money policy) tersebut membuat investor memindahkan investasinya dari Indonesia kembali ke Barat sehingga kemudian diikuti oleh pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar. Muttaqiena, A. “Faktor- faktor yang menyebabklan rupiah melemah”. Diunduh pada tanggal 8 Mei 2015 pukul 15:20 WIB dari http://www.seputarforex.com/artikel/rupiah/lihat.php?id=157900&title=faktorfaktor_yang_menyebabkan_rupiah_melemah.
- Ketidakstabilan
Politik- Ekonomi di Indonesia
Faktor yang paling
mempengaruhi Rupiah adalah kondisi politik- ekonomi. Performa data ekonomi
Indonesia, seperti pertumbuhan PDB (Produk Domestik Bruto/Gross Domestic Product),
inflasi, dan neraca perdagangan, juga cukup mempengaruhi Rupiah. Pertumbuhan
yang bagus akan menyokong nilai Rupiah, sebaliknya defisit neraca perdagangan
yang bertambah akan membuat Rupiah
terdepresiasi. Dua sisi dalam neraca perdagangan, impor
dan ekspor, sangat penting disini. Inilah sebabnya kenapa sangat penting bagi
Indonesia untuk menggenjot ekspor dan mengurangi ketergantungan pada produk
impor, defisit neraca perdagangan Indonesia dan tingginya inflasi yang
menyebabkan kebutuhan akan dolar meningkat tajam karena impor lebih besar
daripada ekspor Muttaqiena, A. “Faktor-
faktor yang menyebabklan rupiah melemah”. Diunduh pada tanggal 8 Mei 2015 pukul
15:20 WIB. http://www.seputarforex.com/artikel/rupiah/lihat.php?id=157900&title=faktorfaktor_yang_menyebabkan_rupiah_melemah.
-
Kultur bangsa yang cenderung konsumtif dan
boros
Kultur
bangsa yang cenderung konsumtif dan boros serta public policy terkait utang.
Pemerintah akan kesulitan berutang di dalam negeri, maka kekurangan akan
ditutupi dengan berutang ke luar negeri. Maka karena utang harus dibayar dengan
mata uang dolar, nilai tukar rupiah terhadap dolar dipastikan melemah.
Kristina, Fransiska. 2014. “Rupiah Masih Akan Melemah Tahun Ini: Jawaban untuk Faisal
Basri Maming”. KOMPASIANA. 19 Januari 2014. halaman 12- 13.
b.
Faktor di luar negeri mempengaruhi melemahnya
nilai tukar rupiah terhadap dolar:
-
Keadaan ekonomi Amerika Serikat yang baik
Dalam
8 tahun terakhir ekonomi AS memang cukup stabil, dan bahkan dalam 6 tahun
terakhir mencapai kondisi pertumbuhan yang relatif tinggi, tingkat pengangguran
turun, dan inflasi rendah. Kenaikan tingkat bunga yang cukup tinggi tidak akan
membuat pertumbuhan ekonomi mereka menurun tajam. Muttaqiena, A. “Faktor- faktor yang
menyebabkan rupiah melemah”. Diunduh pada tanggal 8 Mei 2015 pukul 15:20 WIB
dari http://www.seputarforex.com/artikel/rupiah/lihat.php?id=157900&title=faktorfaktor_yang_menyebabkan_rupiah_melemah.
-
Rencana kenaikan suku bunga Bank Sentral
Amerika The Fed tahun ini
Stimulus
moneter sebesar 20% dari PDB Amerika atau US$3,8 triliun akan ditarik perlahan
oleh Bank Sentral AS dengan menaikkan suku bunga. Dalam tiga tahun ke depan
akan naik 2,5%-3%, AS ekonominya meningkat sendiri sehingga suku bunganya juga
naik. Elina, Jabir. “10 penyebab lemahnya rupiah”.
Diunduh pada tanggal 11 Mei 2015 pukul 04:38 WIB
dari
http://katadata.co.id/infografik/2015/03/20/10-penyebab-rupiah-tumbang?page=6.
2. Dampak
positif melemahnya nilai tukar rupiah Indonesia terhadap dolar Amerika Serikat
bagi perekonomian Indonesia.
1) Nilai gaji dalam Dolar AS akan meningkat
Kurs
Rupiah melemah membuat nilai gaji dalam bentuk Dolar AS atau mata uang asing
lainnya jadi meningkat saat ditukarkan dengan Rupiah. Kiriman bulanan TKI
sebesar 500 USD ke keluarganya di Indonesia, misalnya. Saat kurs Rupiah Rp 12.000,00
per Dolar AS maka jumlah itu hanya akan setara dengan sekitar Rp 6.000.000,00 ;
tetapi bila kurs Rupiah melemah hingga Rp 13.000,00 per Dolar AS maka nilainya
akan meningkat jadi sekitar Rp 6.500.000,00. Hal ini dengan sendirinya akan
meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga Indonesia yang kebetulan kerabatnya
bekerja di luar negeri. Muttaqiena,
A. “Beragam dampak kurs rupiah melemah”. Diunduh pada tanggal 8 Mei 2015 pukul
15:38 WIB. dari http://www.seputarforex.com/artikel/rupiah/lihat.php?id=215463&title=beragam_dampak_kurs_rupiah_melemah.
2) Meningkatkan daya saing produk Made in
Indonesia di luar negeri
Jika
kurs rupiah melemah, harga produk Indonesia akan makin murah bagi konsumen yang
berdomisili di luar negeri. Secara teoritis, hal ini bisa meningkatkan pangsa
pasar bagi produk-produk Made
In Indonesia. Selain itu, perusahaan berorientasi ekspor menerima
pembayaran dari luar negeri dalam bentuk Dolar AS yang nilainya semakin tinggi
seiring melemahnya Rupiah. Dengan sendirinya, kondisi ini bisa meningkatkan
ekspor Indonesia. Meningkatnya daya saing produk Made In Indonesia di luar negeri ini
berpotensi memicu ekspor Indonesia dan menguntungkan perusahaan-perusahaan
berorientasi ekspor jika biaya produksi barang-barang ekspor itu sendiri bisa
dijaga dalam kisaran normal dan produk Indonesia disukai di luar negeri. Muttaqiena, A. “Beragam dampak kurs
rupiah melemah”. Diunduh pada tanggal 8 Mei 2015 pukul 15:38 WIB dari http://www.seputarforex.com/artikel/rupiah/lihat.php?id=215463&title=beragam_dampak_kurs_rupiah_melemah.
3) Selisih nilai tukar kurs lebih bagi
pengekspor di Indonesia
Saat pengekspor telah mengekspor
produknya ke luar negeri secara kredit sebesar USD $ 6,000.00 umpamakan kurs
rupiah pada saat pelunasan Rp 12.000,00 berarti pengekspor akan menerima
pelunasan sebesar Rp 72.000.000,00 ( dalam rupiah ). Akan tetapi jika kurs
rupiah menjadi Rp 13.000,00 maka pengekspor akan menerima pelunasan sebesar Rp 78.000.000,00
( dalam rupiah jika ditukarkan saat itu. Ini berarti ada selisih lebih piutang
sebesar Rp 6.000.000,00.
4) Harga barang konsumsi impor akan naik
Bagi
barang-barang impor dari jenis barang konsumsi, mungkin bagus. Jika harga
buah-buahan impor naik misalnya, maka orang mungkin akan tertarik untuk membeli
buah-buahan lokal yang lebih murah dan segar. Jika masyarakat lebih suka buah
lokal, maka impor buah pun akan turun. Pendapatan importir buah ikut anjlok,
tetapi di saat yang bersamaan akan menggeser rejeki bagi petani dan pedagang
buah local. Hal ini memungkinkan pendapatan petani lokal akan bertambah. Muttaqiena, A. “Beragam dampak kurs
rupiah melemah”. Diunduh pada tanggal 8 Mei 2015 pukul 15:38 WIB. dari http://www.seputarforex.com/artikel/rupiah/lihat.php?id=215463&title=beragam_dampak_kurs_rupiah_melemah.
3. Dampak
negatif melemahnya nilai tukar rupiah Indonesia terhadap dolar Amerika Serikat
bagi perekonomian Indonesia.
1) Beban Hutang Negara Dan Swasta Makin Berat
1) Beban Hutang Negara Dan Swasta Makin Berat
Pemerintah
seringkali perlu berutang guna menjalankan pembangunan, baik secara langsung ke
lembaga atau negara tertentu, maupun dengan menerbitkan obligasi (surat utang).
Perusahaan-perusahaan swasta pun seringkali perlu berutang dulu untuk mengembangkan
usahanya. Jika utang- utang ini dilakukan dalam bentuk Dolar AS, maka
pengembaliannya pun harus dilakukan dengan mata uang yang sama, walaupun kurs
Rupiah saat pengembalian utang berbeda dengan saat pemberian hutang. Namun
selama beberapa tahun terakhir ini, Pemerintah lebih banyak berhutang dalam
Rupiah, sehingga risiko krisis jadi lebih kecil. Walaupun demikian, sebagian
hutang Pemerintah Indonesia masih ada yang berdenominasi Dolar AS, begitu pula
banyak sekali utang- utang perusahaan swasta dalam mata uang tersebut, sehingga
ketika kurs Rupiah melemah akan tetap terasa efeknya. Muttaqiena,
A. “Beragam dampak kurs rupiah melemah”. Diunduh pada tanggal 8 Mei 2015 pukul
15:38 WIB. dari http://www.seputarforex.com/artikel/rupiah/lihat.php?id=215463&title=beragam_dampak_kurs_rupiah_melemah.
2) Harga bahan baku impor akan naik
Kenaikan
harga barang impor ini akan buruk sekali bagi industri yang berbahan baku
impor, misalnya industri tempe dan tahu. Kebutuhan kedelai Indonesia sebagian
besar dipenuhi dari impor, sehingga bila kurs Rupiah melemah terus menerus,
maka harga kedelai akan makin menjulang tinggi dan dampaknya harga tempe dan tahu
naik, serta industrinya terancam gulung tikar. Semakin banyak industri berbahan
baku impor di Indonesia, maka dampak kurs rupiah melemah terhadap perekonomian
akan semakin berat. Selain karena perusahaan-perusahaan di industri itu
terancam tutup, para pegawainya bisa di-PHK dan pertumbuhan ekonomi juga
terancam melambat. Padahal jumlah industri berbahan baku impor ini banyak
terdapat di Indonesia. Muttaqiena,
A. “Beragam dampak kurs rupiah melemah”. Diunduh pada tanggal 8 Mei 2015 pukul
15:38 WIB. dari http://www.seputarforex.com/artikel/rupiah/lihat.php?id=215463&title=beragam_dampak_kurs_rupiah_melemah.
Meningkatnya
beban anggaran negara karena berdasarkan data Kementerian Keuangan, setiap
rupiah melemah Rp100, defisit anggaran bertambah Rp940,4 miliar-Rp1,21 triliun.
Jadi, jika rupiah melemah Rp1.000 sejak awal tahun, maka negara akan mengalami
defisit anggaran sebesar Rp9 triliun-Rp12triliun. Muttaqiena, A. “Beragam dampak kurs
rupiah melemah”. Diunduh pada tanggal 8 Mei 2015 pukul 15:38 WIB. dari http://www.seputarforex.com/artikel/rupiah/lihat.php?id=215463&title=beragam_dampak_kurs_rupiah_melemah.
4. Upaya pemerintah dalam mengendalikan
melemahnya laju nilai tukar rupiah Indonesia terhadap dolar Amerika Serikat
1)
Menerapkan kembali UU No 7/ 2011
Salah satu upaya nyata yang dilakukan
pemerintah untuk menanggulangi pelemahan rupiah adalah menegakkan kembali UU No
7 Tahun 2011 tentang Mata Uang. UU tersebut dengan tegas menetapkan bahwa
setiap transaksi harus dilakukan dengan mata uang rupiah. Bila berhasil
dilaksanakan sepenuhnya, tentu rupiah akan terjaga dari tekanan fluktuasi. Jadi, di dalam negeri akan dilarang
bertransaksi dengan dolar. Anindito, Rezy. “Dua cara perkuat
rupiah”. Diunduh pada tanggal 11 Mei 2015 pukul 05:42 WIB. dari http://www.goldbank.co.id/channel/laput/sub-jasa-keuangan/dua-cara.html
2) Mendongkrak ekspor
Ekspor industri, terutama industri
manufaktur, menjadi fokus pemerintah karena sektor tersebut dapat memberikan
nilai tambah pada kegiatan ekspor. Upaya untuk meningkatkan ekspor
industri manufaktur ini sangat menjadi perhatian pemerintah, mengingat sektor
industri manufaktur merupakan sektor yang memberikan nilai tambah tinggi bagi
kegiatan ekonomi, termasuk kegiatan ekspor. Untuk mendukungnya, pemerintah
telah melakukan revisi terhadap berbagai peraturan yang terkait dengan ekspor.
Terutama di sektor produksi tekstil, sepatu, serta kertas. Pemerintah juga
mempertimbangkan pemberian fasilitas untuk barang-barang modal yang masuk ke
dalam negeri, agar dapat membantu dunia usaha mempertahankan daya saing
produk-produknya, terutama produk ekspor. Peningkatan ekspor sangat
penting untuk memperkuat nilai tukar rupiah, karena sangat sulit untuk menekan
atau menghentikan aktivitas impor di era perdagangan bebas saat ini. Salah
satu langkah yang bisa dilakukan pemerintah untuk mengatasi persoalan tersebut
adalah dengan menyiapkan seluruh struktur ekonomi nasional untuk mampu berasing
di era perdagangan bebas. Anindito, Rezy. “Dua cara perkuat
rupiah”. Diunduh pada tanggal 11 Mei 2015 pukul 05:42 WIB. dari http://www.goldbank.co.id/channel/laput/sub-jasa-keuangan/dua-cara.html.
3) Perkuat modal industri berbahan baku
domestik untuk mengoptimalkan ekspor
4) Menjaga kestabilan harga makanan
pokok agar kualitas hidup masyarakat terjaga
5) Meningkatkan produktivitas pertanian
dan perkebunan domestik sebagai bahan konsumsi nasional
6) Meningkatkan iklan wisata untuk
menarik wisatawan mancanegara.
7) Mengalihkan
subsidi Bahan Bakar Minyak dari non- produktif kearah produktif
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1.
Faktor- faktor yang mempengaruhi melemahnya
nilai tukar rupiah Indonesia terhadap dolar Amerika Serikat.
Jadi
dapat disimpulkan bahwa faktor- faktor yang mempengaruhi melemahnya nilai tukar
rupiah terhadap dolar dibagi menjadi dua, yaitu faktor internal dan faktor
eksternal. Faktor- faktor internal terdiri dari perekonomian
Indonesia yang kerang mapan, pelarian modal kembali ke luar negeri (Capital
Flight), etidakstabilan politik- ekonomi di Indonesia, dan kultur
bangsa yang cenderung konsumtif dan boros. Sedangkan faktor eksternal berupa keadaan
ekonomi Amerika Serikat yang baik dan Rencana kenaikan suku bunga Bank Sentral
Amerika The Fed 2015.
2.
Dampak positif melemahnya nilai tukar rupiah
Indonesia terhadap dolar Amerika Serikat bagi perekonomian Indonesia.
Walaupun
sebenarnya melemahnya rupiah berdampak buruk bagi ketahanan ekonomi nasional,
melemahnya rupiah memiliki dampak positif seperti nilai gaji dalam Dolar AS akan
meningkat, meningkatkan daya saing produk Made in Indonesia di luar negeri, selisih
nilai tukar kurs lebih bagi pengekspor di Indonesia, harga barang konsumsi impor
akan naik,
3.
Dampak negatif melemahnya nilai tukar rupiah
Indonesia terhadap dolar Amerika Serikat bagi perekonomian Indonesia.
Dampak
negatifnya berupa beban utang negara dan swasta makin berat, bahan baku impor
akan naik, meningkatnya beban anggaran negara karena berdasarkan data .
4.
Upaya pemerintah dalam mengendalikan
melemahnya laju nilai tukar rupiah Indonesia terhadap dolar Amerika Serikat.
Jika dibiarkan terus melemah, maka
ketahanan ekonomi Indonesia akan buruk. Jadi pemerintah mengupayakan usaha
seperti menerapkan kembali UU No 7/ 2011 tentang mata uang, mendongkrak
ekspor, perkuat modal industri berbahan baku domestik untuk mengoptimalkan
ekspor, menjaga kestabilan harga makanan pokok agar kualitas hidup masyarakat
terjaga, meningkatkan produktivitas pertanian dan perkebunan domestik sebagai
bahan konsumsi nasional, meningkatkan iklan wisata untuk menarik wisatawan
mancanegara, mengalihkan subsidi Bahan Bakar Minyak dari non- produktif kearah
produktif.
B. SARAN
Sebaiknya pemerintah segera
melaksanakan upaya- upaya dalam memperkuat nilai tukar rupiah terhadap dolar
sehingga kelangsungan, kesejahteraan masyarakat Indonesia akan naik dan tingkat
inflasi tidak tinggi. Memperkuat nilai tukar rupiah terhadap dolar maupun mata
uang negara lain sangat penting untuk ketahanan ekonomi Indonesia ditingkat
global.
DAFTAR PUSTAKA
Muttaqiena, A. “Faktor- faktor yang menyebabkan rupiah melemah”. Diunduh pada tanggal 8 Mei 2015 pukul 15:20 WIB dari http://www.seputarforex.com/artikel/rupiah/lihat.php?id=157900&title=faktorfaktor_yang_menyebabkan_rupiah_melemah.
Kristina,
Fransiska. 2014. “Rupiah Masih Akan Melemah Tahun Ini: Jawaban untuk Faisal
Basri Maming”. KOMPAS. 19 Januari 2014. halaman 12- 13.
Elina, Jabir. “10 penyebab lemahnya rupiah”.
Diunduh pada tanggal 11 Mei 2015 pukul 04:38 WIB
dari
http://katadata.co.id/infografik/2015/03/20/10-penyebab-rupiah-tumbang?page=6.
Muttaqiena, A. “Beragam dampak kurs
rupiah melemah”. Diunduh pada tanggal 8 Mei 2015 pukul 15:38 WIB. darihttp://www.seputarforex.com/artikel/rupiah/lihat.php?id=215463&title=beragam_dampak_kurs_rupiah_melemah.
Anindito, Rezy. “Dua cara perkuat rupiah”. Diunduh pada tanggal 11 Mei
2015 pukul 05:42
WIB. dari http://www.goldbank.co.id/channel/laput/sub-jasa-keuangan/dua-cara.html.
